Sekilas Tentang Hippodrome Konstantinopel

Salah Satu Destinasi Wisata Tour Turki yang di adakan TurkiHoliday.com di negara Turki adalah Hippodrome Konstantinopel (bahasa Yunani: Ιππόδρομος της Κωνσταντινούπολης) adalah sebuah sirkus yang merupakan pusat sosial dan olahraga di Konstantinopel, ibukota dari Kekaisaran Bizantium. Saat ini merupakan sebuah lapangan yang dinamakan Sultanahmet Meydanı (Lapangan Sultan Ahmet) yang terletak di kota Istanbul di Turki, dengan beberapa fragmen dari struktur aslinya masih terlestarikan.

Kata hipodrom berasal dari kata Yunani hippos (ἵππος), kuda, dan dromos (δρόμος), jalur atau jalan. Karena alasan ini, terkadang disebut juga Atmeydanı (“Lapangan Kuda”) dalam bahasa Turki. Pacuan kuda dan balap kereta perang merupakan hiburan populer pada zaman dahulu dan hipodrom merupakan ciri umum kota-kota Yunani pada era Bizantium, Romawi, dan Helenistik.

Hippodrome ini dibangun pada tahun 203 SM oleh Septimus Severus seorang kaisar Romawi. Dan diperbesar oleh Kaisar Romawi Kristen pertama yaitu Constantine Agung. Pada tahun 600 H/1204 M, bangunan Hippodrome dihancurkan oleh pasukan Salib. Kemudian, setelah Byzantium dikalahkan oleh kekhalifahan Utsmani, kawasan Hippodrome diaktifkan kembali namun berubah fungsi menjadi lapangan kuda (horse square) untuk melatih kuda-kuda serdadu dinasti Utsmaniyah.

Pada masa Kekaisaran Romawi, Hippodrome berbentuk huruf U besar dan memiliki tribun khusus untuk Kaisar dan keluarganya. Hippodrome juga merupakan tempat dimana rakyat dapat membicarakan mengenai politik terhadap sesamanya dan kadang kepada Kaisar. Pada bagian Spina (tengah lapangan) terdapat patung-patung dan beberapa monumen yang didirikan oleh para kaisar. Arena pacuan kuda tersebut dapat memuat sekitar 100 ribu orang.

Obelisk Theodosius

Kaisar lainnya yang turut menghiasi Hipodrom ini adalah Theodosius Agung, yang mana pada tahun 390 membawa sebuah obelisk dari Mesir dan mendirikannya di dalam lintasan balap. Obelisk ini diukir dari granit merah muda, pada awalnya didirikan di Kuil Karnak di Luxor selama masa pemerintahan Thutmosis III sekitar tahun 1490 SM. Theodosius memotong obelisk ini menjadi tiga bagian dan membawanya ke Konstantinopel. Bagian atasnya masih terlestarikan, dan saat ini berdiri di tempat di mana Theodosius menempatkannya, yaitu di atas sebuah alas marmer. Obelisk ini masih terlestarikan selama hampir 3.500 tahun secara mengejutkan dalam kondisi baik. Obelisk Theodosius (bahasa Turki: Dikilitaş) adalah sebuah obelisk Mesir Kuno dari Firaun Thutmose III yang didirikan kembali di Hippodrome [[Konstantinopele] (yang sekarang dikenal sebagai At Meydanı atau Sultanahmet Meydanı, di kota modern Istanbul, Turki) oleh kaisar Romawi Theodosius I pada abad ke-4 Masehi.

Obelisk tersebut mula-mula dibangun oleh Thutmose III (1479–1425 BC) di bagian selatan dari pilon ketujuh kuil besar Karnak. Kaisar Romawi Konstantius II (337–361 AD) memindahkan obelisk tersebut dan obelisk lainnya melalui sepanjang sungai Nil menuju Aleksandria untuk memperingati ventennalia-nya atau 20 tahun tahtanya pada tahun 357. Obelisk lainnya didirikan di spina Sirkus Maximus di Rome pada musim gugur tahun tersebut, dan sekarang dikenal sebagai obelisk Lateran, sementara obelisk tersebut yang menjadi obelisk Theodosius masih berada di Aleksandria sampai 390, ketika Theodosius I (379–395 AD) memindahkan obelisk tersebut ke Konstantinopel dan menempatkannya di spina Hippodrome.

Tiang Ular

Untuk meningkatkan citra ibukota barunya, Konstantinus Agung dan para penerusnya, khususnya Theodosius Agung, membawa berbagai karya seni dari seluruh penjuru kekaisaran untuk menghiasinya. Monumen-monumen tersebut didirikan di tengah Hipodrom ini, yakni spina. Di antaranya adalah Tripod dari Plataia, sekarang dikenal sebagai Tiang Ular, dibuat untuk merayakan kemenangan bangsa Yunani atas bangsa Persia selama Perang Persia pada abad ke-5 SM. Konstantinus memerintahkan agar Tripod tersebut dipindahkan dari Kuil Apollo di Delfi, dan ditempatkan di tengah-tengah Hipodrom ini. Bagian atasnya dihiasi dengan sebuah mangkuk emas yang ditopang oleh tiga kepala ular. Mangkuk ini dihancurkan atau dicuri selama Perang Salib Keempat. Kepala-kepala ular tersebut dihancurkan setidaknya pada akhir abad ke-17, sebab banyak miniatur Ottoman yang memperlihatkan karya-karya ini masih utuh pada abad-abad awal penaklukan Turki atas Konstantinopel. Beberapa bagian kepala tersebut ditemukan dan diperlihatkan di Museum Arkeologi Istanbul. Saat ini yang tersisa dari Tripod Delfi tersebut adalah landasan atau dasarnya, dikenal sebagai “Tiang Serpentina” atau “Tiang Ular”. Tiang Ular (bahasa Turki, Yılanlı Sütun) — juga dikenal sebagai Tiang Serpentina,

Tripod Delphi atau Tripod Plataia — adalah tiang perunggu kuno di Hipodrom Konstantinopel, yang dikenal sebagai Atmeydanı “Lapangan Kuda” pada periode Utsmaniyah, di tempat yang kini menjadi Istanbul, Turki. Tiang ini adalah tripod kurban Yunani, pada awalnya berada di Delphi dan dipindahkan ke Konstantinopel oleh Constantinus I Agung pada tahun 324 M. Tiang ini dibangun untuk memperingati pasukan Yunani yang bertempur dan mengalahkan pasukan Persia pada Pertempuran Plataia (479 SM). Patung kepala ular pada tiang setinggi 8 meter ini tetap utuh hingga akhir abad ke-17 (salah satunya dipamerkan di Museum Arkeologi Istanbul).

Prophyrogenitus Obelisk

Obelisk Walled ini mempunyai tinggi 32 meter dibuat oleh penguasa kekaisaran Byzantium untuk Constantine Prophyrogenitus. Yang akhirnya Obelist tersebut diberikan nama Obelist Constantine. Konon pada Obelist tersebut ditempelkan lempengan perunggu yang menceritakan kemenangan Basil I, merupakan kakek dari Constantine VII. Namun lempengan tersebut akhirnya dicuri dan dileburkan oleh pasukan salib ke-4.

Jika Anda ingin berkunjung ke Hippodrome Konstantinopel, Tunggu apalagi, silakan hubungi Staf TurkiHoliday.com untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Tour Turki.

0812-8786-2420 ( Call, Whatsapp)

By | 2019-02-28T08:32:29+00:00 February 27th, 2019|tour turki|Comments Off on Sekilas Tentang Hippodrome Konstantinopel