Sejarah Kota Kuno Ephesus Turki

//Sejarah Kota Kuno Ephesus Turki

Sejarah Kota Kuno Ephesus Turki

Salah Satu Destinasi Wisata dalam tour turki di negeri Muhammad Al Fatih Turki adalah Kota Kuno Ephesus, Ephesos (bahasa Yunani kuno Ἔφεσος, Ephesos; bahasa Turki Efes) atau Efesus adalah kota Yunani kuno, dan di kemudian hari menjadi kota Romawi, di pesisir barat Asia Kecil, dekat Selçuk modern, Provinsi Izmir, Turki. Kota ini adalah salah satu dari dua belas kota anggota Liga Ionia pada masa Yunani Klasik. Pada masa Romawi, selama bertahun-tahun kota ini menjadi kota kedua terbesar di Romawi setelah kota Roma.  Ephesos memiliki populasi sejumlah lebih dari 250.000 orang pada abad ke-1 SM, yang ketika itu menjadikannya sebagai kota terbesar kedua di dunia;

Ephesus pada awalnya adalah kota Yunani kuno, namun kemudian direbut dan mengalami kejayaannya pada masa kerajaan Romawi. Sejarahnya kota ini pernah hilang akibat gempa bumi, namun kemudian dibangun kembali dan menjadi salah satu “must visit place” jika sedang berkunjung ke Turki. Adalah Kota Selcuk di Provinsi Izmir yang beruntung memiliki situs reruntuhan kota kuno ini.

Provinsi Izmir terletak di Turki sisi Asia dan dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam via udara atau 9-10 jam perjalanan lewat jalur darat dari Istanbul, kota paling penting yang menjadi salah satu pintu masuk utama negara Turki. Namun tak perlu khawatir bagi yang menempuh jalur darat, karena suguhan pemandangannya luar biasa. Barisan pegunungan hijau nan cantik diselingi padang savana dan domba-domba yang merumput, sungguh sebuah keindahan yang sepadan. Apalagi dengan kondisi jalan yang super mulus, hanya lurus dan tanpa noda berlubang, sebuah perjalanan yang sempurna.

Kota ini dulunya terkenal karena adanya “Kuil (dewi) Artemis” (Temple of Artemis; selesai dibangun pada tahun 550 SM), salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Kaisar Konstantin I membangun kembali hampir keseluruhan kota ini dan mendirikan tempat-tempat mandi umum yang baru. Berdasarkan surat perintah “Edik Tesalonika” (Edict of Thessalonica) dari kaisar Theodosius I, kuil itu dihancurkan oleh massa yang dipimpin oleh St. Yohanes Krisostomus.  Kota ini sebagian hancur akibat gempa bumi pada tahun 614 M. Pentingnya kota ini sebagai pusat perdagangan menurun karena pelabuhannya lambat laun ditumpuki oleh endapan sungai Cayster (Küçük Menderes).

Di Efesus ini selain Kuil Artemis yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, juga memiliki tempat-tempat menarik lainnya seperti Odeon yaitu teater kecil yang beratap yang dibangun oleh Vedius Antonius dan istrinya sekitar 150 AD, teater untuk drama dan konser dimana teater ini dapat menampung 1500 orang, terdapat 22 tangga. Dibagian atasnya dihiasi dengan pilar granit merah dan gaya Korintus. Selain itu juga terdapat Kuil Hadrian yang berasal dari abad ke-2 hingga ke-4 yang banyak menjalani perbaikan. Kuil ini menjadi gambar di mata uang Turki, uang kertas 20 lira tahun 2005-2009. Ada juga terdapat Kuil Domitianus yang merupakan satu kuil terbesar didalam kota. Dan terdapat teater terbuka terbesar di dunia kuno yang dapat menampung kapasitas 44 ribu tempat duduk. Dan ada juga Makam (air mancur) Pollio yang didirikan pada tahun 97 masehi.

Celsus Library dan Grand Theatre adalah salah dua dari sisa bangunan di Ephesus ini dan kebetulan jaraknya berdekatan. Yang paling terlihat antik adalah terdapat Perpustakan Celsus, walau kondisinya sudah reruntuhan namun tambah pilar depannya masih terlihat. Kebanyakan para turis sering melakukan foto-foto didepan lokasi ini. Perpustakaan Celsus dibangun untuk menyimpan 12 ribu gulungan dan untuk melayani sebagai makam monumental untuk Celsus. Celsus dimakamkan dibawah perpustakaan. Bila Anda melakukan perjalankan wisata ke Turki, agenda untuk mengunjungi kota Efesus ini pasti ada. Karena Efesus merupakan tempat popular pra sejarah yang sangat terkenal dan banyak mengundang wisatawan untuk berkunkung ke tempat ini. Kita dapat melihat kota Efesus yang begitu besar dengan kondisi yang sudah runtuh berantakan, pada beberapa bagian dicagar kembali seperti teater terbuka yang besar tersebut.

Grand Theatre saat ini saja kemegahannya masih begitu kentara. Terletak di punggung sebuah bukit, teater ini berbentuk setengah lingkaran dengan undakan-undakan tempat duduk layaknya stadion dan di bagian tengahnya terdapat sebuah tempat panggung pementasan. Teater ini selain sebagai tempat pertunjukan seni dan pementasan drama juga merupakan balai pertemuan serta adu gladiator dengan binatang khas dinasti Romawi.

Efesus adalah salah satu dari tujuh Jemaat di Asia Kecil yang disebutkan dalam Kitab Wahyu kepada Yohanes. Diduga Yohanes menulis Injilnya di kota ini. Pada abad ke-5 kota ini menjadi tempat pertemuan besar orang Kristen, yang disebut “Konsili”, salah satu yang terkenal adalah “Konsili Efesus”.

Jika Anda ingin berkunjung ke Kota Kuno Ephesus Tunggu apalagi, silakan hubungi Staf TurkiHoliday.com untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Tour Turki.

0812-8786-2420 ( Call, Whatsapp)

By | 2019-03-23T16:46:21+00:00 March 23rd, 2019|tour turki|Comments Off on Sejarah Kota Kuno Ephesus Turki