Mengenal Pamukkale Cotton Castle Turki

//Mengenal Pamukkale Cotton Castle Turki

Mengenal Pamukkale Cotton Castle Turki

Pamukkale, yang berarti “benteng kapas” atau “Cotton Castle” dalam bahasa Turki, adalah sebuah situs alam di Provinsi Denizli di Turki barat daya. Kota ini berisi air panas dan travertine, mineral karbonat yang ditinggalkan oleh air yang mengalir. Ini terletak di wilayah Turki Aegea dalam, di lembah Sungai Menderes, yang memiliki iklim sedang untuk sebagian tahun. Yunani-Romawi kuno dan kota Bizantium dari Hierapolis dibangun di atas “benteng” putih yang secara keseluruhan panjangnya sekitar 2700 meter (8860 ft), lebar 600 m (1970 ft) dan tinggi 160 m (525 ft). Hal ini dapat dilihat dari bukit-bukit di sisi berlawanan dari lembah di kota Denizli, 20 km jauhnya.

Anda bisa memasuki Pamukkale melalui dua pintu gerbang, yaitu dari bagian bawah dekat dengan travertines dan bagian atas dekat dengan Hierapolis. Pamukkale secara keseluruhan merupakan sebuah kota yang memiliki pemandian air panas dan travertine putih. Travertines adalah suatu batuan kapur atau gunung kapur yang terbentuk dari deposit kalsium karbonat. Batuan putih ini terbentuk secara alami sejak ribuan tahun yang lalu. Anda bisa melihat keunikan Travertines ini dari kejauhan yang terlihat seperti kolam bertingkat dengan air panas di dalamnya. Sedangkan pemandian air panas dari Pamukkale mengandung kalsium karbonat yang mengandung air mineral yang bersuhu 35 derajat celcius yang selalu dimanfaatkan para wisatawan untuk berendam dan melakukan terapi yang konon dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Uniknya pada saat musim dingin pun air panas disini ini tidak membeku. Pamukalle kadang-kadang juga disebut Cleopatra’s Pool atau kolam renang Cleopatra. Disebut begitu karena ada kisah Cleopatra, Ratu Mesir, pernah berenang di situ.

Sejarah Pamukkale

Menurut ahli geologi, sumber air panas itu terbentuk sekitar 400.000 tahun yang lalu. Saat itu di Asia Minor (Turki masuk ke dalam wilayah Asia Minor) terjadi serangkaian gempa yang mengakibatkan pergeseran tanah di lembah Sungai Menderes. Hal itu menyebabkan air panas yang mengandung mineral, meluncur dari dalam perut Bumi ke permukaan Bumi. Alirannya sangat deras, yaitu ratusan liter per detik.

Air mineral itu mengalir sekaligus menguap di bawah sinar matahari, mengakibatkan terbentuknya kristal putih. Kristal putih lalu mengendap. Endapan Kristal membentuk teras, stalaktit, dan kolam.

Kota Tua Hierapolis

Di atas lembah Pamukkale ada reruntuhan kota Romawi Kuno yang dibangun sekitar tahun 190 SM. Namanya Hierapolis. Disebut Hierapolis karena di sana ada kuil tempat memuja dewa Hieron. Di masa lalu, hal yang umum untuk membangun kuil dan tempat-tempat suci di sekitar fenomena alam seperti air panas. Dari sebuah kuil, akhirnya tempat ini berkembang menjadi sebuah kota. Banyak orang datang ke Hierapolis untuk berendam di air panas.

Sayang kota ini pada bada ke-1 M hancur karena gempa yang dahsyat. Beberapa reruntuhan yang masih tersisa antara lain amfiteater besar, air mancur Nymphaeum, dan pemakaman yang membentang sepanjang 2 km. Itulah Pamukkalle. Di sana wisatawan bisa menikmati wisata alam yang cantik dan wisata sejarah yang menarik. Tak heran setiap tahun ada sekitar 2 juta turis datang untuk menikmati Pamukkale.

Pamukkale juga telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1988 yang membuat objek wisata ini tidak pernah sepi akan pengunjung yang mengagumi keindahannya. Beberapa waktu lalu para wisatawan masih bisa menikmati berendam di kolam-kolam alami yang ada di Pamukkale, namun sayangnya baru-baru ini telah dipasang larangan untuk berenang ataupun berendam di sana. Salah satu alasannya adalah semakin banyak pengunjung yang berendam atau berenang disana, maka semakin berkurangnya sumber air panas yang mengalir sehingga kolam-kolam alami tersebut menjadi sangat dangkal.

By | 2019-03-24T13:07:56+00:00 March 24th, 2019|tour turki|Comments Off on Mengenal Pamukkale Cotton Castle Turki