Mengenal Istana Dolmabahce Turki

//Mengenal Istana Dolmabahce Turki

Mengenal Istana Dolmabahce Turki

Mengenal Istana Dolmabahce TurkiSalah Satu Destinasi Wisata di negeri seribu masjid Turki adalah Istana Dolmabahce (Bahasa Turki: Dolmabahce Sarayi, IPA: [doɫmabahtʃe saɾajɯ]) terletak di distrik Beşiktaş di Istanbul, Turki, di pantai Eropa Selat Bosphorus. Istana ini pernah sebagai pusat administrasi utama dari Kekaisaran Ottoman 1856-1922, kecuali selama 22 tahun antara (1887–1909) di mana digunakan Istana Yıldız. Kemudian digunakan sebagai pusat pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, 1923-1938, dan tempat tinggal pribadi keluarga. Sekarang menjadi museum dan masih sering digunakan untuk berbagai acara kenegaraan seperti konferensi dlsb.

istana ini sungguh cantik, akan tetapi setiap harinya hanya dibatasi 3000 pengunjung yang boleh memasuki Istana Dolmabahce yang berada di sepanjang pantai Eropa tepatnya berada di Selat Bosphorus. Awalnya ada sebuah teluk yang dangkal dimana armada Utsmaniyah menggunakan untuk melabuhkan kapal. Setelah abad ke-17 pantai di sepanjang selat Bosphorus dibangun dan dirubah menjadi taman yang bagus dengan beberapa paviliun yang termasuk dalam kompleks istana, tempat ini digunakan sultan untuk bersantai menikmati pemandangan. Dolmabahce dalam bahasa Turki secara harfiah berarti “Taman yang di penuhi bunga”. Setelah Turki menjadi sebuah negara Republik, Parlemen memutuskan untuk menggunakan Dolmabahce seperti Istana Kepresidenan dengan demikian Atatürk tinggal dan menerima asing tamu di sini selama kunjungan ke Istanbul. Mustafa Kemal Ataturk meninggal di Istana Ini pada tanggal 10 November 1938, jam 9:05. Di istana ini semua jam diberhentikan pada jam 9:05 untuk mengenang meninggalnya Mustafa Kemal Ataturk.

Untuk menuju istana dolmabahce ini, kita bisa naik tram dari sultan ahmet dengan ongkos sekali naik adalah 3 lira, melewati jembatan galata dan berhenti di stop tram kabatas, yang merupakan perhentian terakhir. Lalu untuk menuju ke Istana Dolmabahce, cukup dilanjutkan dengan berjalan kaki. Seperti objek wisata lain di Istanbul, dalam seminggu ada hari-hari tertentu yang tutup. Nah istana ini tutup pada hari Senin dan Kamis. Lebih baik jika datang lebih awal (bukanya jam 9 pagi), untuk menghindari antrian tiket masuk ketika banyak rombongan tour datang bersamaan.

Istana Dolmabahce mulai digunakan sejak tahun 1856 menjadi tempat tinggal Sultan setelah pindah dari istana Topkapi. Istana ini dibangun oleh 3 orang arsitek Garabet Balyan, Nigogayos Balyan dan Evanis Kalfa atas perintah Sultan Abdul Mecid I yang merupakan Sultan Ottoman yang ke tiga puluh, pada tahun 1843-1856. Ide istana ini muncul adalah setelah melakukan kunjungan ke istana Versaiiles, Paris. Konon emas yang dipakai untuk ornament termasuk langit-langitnya adalah sebanyak 35 ton emas. Istana ini selain menjadi tempat tinggal juga menjadi kantor untuk pemerintahan kerajaan Ottoman atau kekhalifahan Ustmaniyah hingga penghapusan kekhalifahan pada tahun 1924. Sultan terakhir yang tinggal di istana ini adalah Sultan Abdul Mecid Effendi..

Sebelum Istana Dolmabahce didirikan, sultan Turki Usmani dan keluarganya tinggal di Istana Topkapi. Namun, karena Istana Topkapi kurang megah dan mewah saat itu, Sultan Abdul Majid I memutuskan membangun Istana Dolmabahce di dekat bekas lokasi Istana Besiktas di pinggiran perairan Bosporus. Jika Istana Topkapi banyak mengedepankan keindahan keramik Iznik dan ukiran khas Turki, Istana Dolmabahce mengandung banyak emas dan kristal. Tak heran jika para wisatawan bebas berkeliaran di kompleks Istana Topkapi. Sedangkan, wisatawan yang hendak melihat-lihat keindahan Dolmabahce harus ditemani oleh seorang pemandu istana.

Istana yang megah dan indah itu menyimpan banyak kisah mengenai kehidupan para penguasa terakhir dari kekhalifahan Islam. Istana itu merupakan rumah bagi enam sultan dari 1856, ketika pertama kali dihuni, sampai penghapusan sistem kekhalifahan pada 1924. Keluarga kerajaan yang terakhir tinggal di tempat itu adalah Sultan Abdul Majid Efendi. Undang-undang yang mulai berlaku pada 3 Maret 1924 menyebutkan bahwa kepemilikan istana dipindahkan dan menjadi warisan nasional Republik Turki baru. Saat ini,  istana yang menjadi museum itu dibuka untuk umum. Para wisatawan yang ingin berkunjung dikenakan biaya sebesar 20 Turki Lira (TL) atau setara dengan Rp 140 ribu dengan kurs 1 TL sama dengan Rp 7.000. Di museum itu, para pengunjung dipandu oleh pemandu istana. Para pemandu tersebut menjelaskan istana ini dengan menggunakan bahasa Inggris bagi wisatawan mancanegara dan bahasa Turki bagi wisatawan lokal.

Jika Anda ingin berkunjung ke Istana Dolmabahce, Tunggu apalagi, silakan hubungi Staf TurkiHoliday.com untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Tour Turki.

0812-8786-2420 ( Call, Whatsapp)

By | 2019-03-02T12:24:40+00:00 March 2nd, 2019|tour turki|Comments Off on Mengenal Istana Dolmabahce Turki