Keindahan Selat Bosphorus

//Keindahan Selat Bosphorus

Keindahan Selat Bosphorus

Salah Satu Destinasi Wisata di negeri Muhammad Al Fatih adalah Selat Bosphorus (bahasa Yunani: Βόσπορος) adalah sebuah selat yang memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, menghubungkan Laut Marmara dengan Laut Hitam. Selat ini memiliki panjang 30 km, dengan lebar maksimum 3.700 meter pada bagian utara, dan minimum 750 meter antara Anadoluhisarı dan Rumelihisarı. Kedalamannya bervariasi antara 36 sampai 124 meter. Tepian selat ini berpenduduk padat, salah satu kotanya adalah Istanbul.

Pemerintah Turki sudah membangun tiga jembatan melintasi selat tersebut yang mereka beri nama jembatan Bosporus I, Bosporus II dan III. Sejak tahun 1970-an Jembatan Bosporus menjadi ikon Kota Istanbul. Jembatan Bosporus I sepanjang 1.074 meter rampung dibangun pada 30 Oktober 1973. Pada tahun 1988 pemerintah Turki menyelesaikan pembangunan Jembatan Bosporus II sepanjang 1.090 meter. Warga Istanbul kerap menyebut jembatan kedua ini dengan nama Jembatan Fatih Sultan Mehmet.

Turki juga membangun Jembatan Bosporus Ketiga yang juga dikenal sebagai Jembatan Yavuz Sultan Selim. Pada malam hari ketiga jembatan itu diterangi lampu warna-warni yang indah. Konon pencahayaan jembatan menggunakan sistem komputerisasi sehingga warna ditampilkan sesuai kebutuhan dan momentumnya.

Menyusuri Selat Bosporus tidak sekadar menikmati kota Istanbul yang dulu bernama Konstantinopel dari sisi berbeda. Dari selat itu justru kami bisa melihat banyak bangunan berarsitektur Eropa, Asia dan Mediterinia yang masih terawat baik. Bangunan-bangunan bersejarah itu merupakan warisan kejayaan masa lalu sejak masa Bizantium, Romawi, Kekhalifahan Usmani hingga era Republik Turki modern di bawah kepemimpinan sang pendiri Mustafa Kemal Ataturk (1881-1938).

Dari atas kapal kami melihat sisi lain istana Dolmabahce. Burak, sang pemandu menjelaskan tentang peran penting Istana Dolmabahce. Dulu istana tersebut merupakan pusat aktivitas Kekaisaran Ottoman. Istana tersebut juga pernah didiami Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk hingga akhir hayatnya.

Dari Selat Bosporus kami juga melihat bangunan Topkapi Palace, istana kesultanan Uthmaniyah (Ottoman) yang ditempati antara tahun 1465-1853. Letaknya masih di kawasan Sultan Ahmet, tak seberapa jauh dari lokasi wisata ternama di Istanbul yakni Grand Mosque, Hagia Sophia (Ayasofia) dan Grand Bazaar. Dari kejauhan kami bisa melihat sisa-sisa pagar benteng istana yang ketebalannya bisa mencapai 4 meter.

Peninggalan bersejarah lainnya yang bisa dinikmati dari Selat Bosporus adalah Benteng Rumeli Hisari yang masih kokoh di perbukitan. Benteng yang dibangun tahun 1452 oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih itu bertujuan mengamankan Selat Bosphorus dari ancaman musuh pada masa itu. Yang juga membuat takjub adalah bangunan mesjidnya yang indah, sebut misalnya Mesjid Ortakoy dengan taman sekelilingnya.

Selat Bosphorus menjadi saksi Al-Fatih saat menaklukkan Konstantinopel. melalui selat inilah Al-Fatih masuk, Saat itu tentara Romawi yang kaya pengalaman perang tidak akan membiarkan begitu saja rencana serangan ini. Mereka memasang rantai-rantai besar melintangi selat Bosphorus, sehingga kapal-kapal perang al-Fatih tidak bisa memasukinya. Akan tetapi Al-Fatih tak kalah geniusnya. Sobat tour ke Turki, di tengah malam buta, bersama pasukannya, ia memindahkan kapal-kapal perang Ottoman sebanyak 70 buah melintasi pagar-pagar rantai bawah laut dengan cara mengangkat kapal-kapal itu ke daratan. Jadi, bayangkan, al-Fatih dan pasukannya menaikkan kapal-kapal ke daratan, lalu menariknya di daratan, terus begitu sampai melewati tempat dipasangnya rantai-rantai bawah laut itu, lalu kapal-kapal itu dimasukkan lagi ke lautan.

al-Fatih berhasil mengalahkan Konstantinopel, menyerang titik lemah benteng keliling Romawi yang luasnya 21 KM dan terdiri dari dua lapis (lapis pertama setebal 2 meter dan lapis kedua setebal 4 meter). Romawi tampak lalai pada kemungkinan serangan dengan cara mengangkat kapal-kapal perang melalui daratan ini. Bosphorus pun juga menjadi saksi Istanbul yang selama ribuan tahun menjadi Ibu Kota Kekaisaran Byzantium, Kekhalifahan Usmani, dan Republik Turki, sebelum dipindahkan oleh Mustafa Kemal Ataturk ke Ankara pada 1937.

Jika Anda ingin berkunjung ke Selat Bosphorus, Tunggu apalagi, silakan hubungi Staf TurkiHoliday.com untuk informasi lebih lanjut mengenai harga dan pemesanan Tour Turki.

0812-8786-2420 ( Call, Whatsapp)

By | 2019-03-03T12:09:57+00:00 March 3rd, 2019|tour turki|Comments Off on Keindahan Selat Bosphorus